Mengenal Zakat dan Lembaga Pengelola Zakat Indonesia


Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga. Sebagai rukun Islam, melaksanakan zakat tentunya sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Lalu bagaimana zakat itu dilakukan dan bagaimana lembaga pengelola zakat Indonesia?














Zakat menurut bahas mengandung arti menyucikan dan tumbuh, dan merupakan syara’, zakat berarti barang yang wajib dikeluarkan oleh seorang umat muslim atas harta bendanya berdasarkan syarat-syarat tertentu, barang tersebut nantinya akan didistribusikan untuk kelompok-kelompok penerima zakat. Apa sajakah syarat bagi seorang muslim yang sudah wajib mengeluarkan zakat? Berikut syarat-syaratnya:

1. Islam

2. Aqil

3. Baligh

4. Merdeka

5. Harta milku al-tam 

6. Sudah mencapai nisab

7. Sudah mencapai haul (setan penuh)

Harta ataupun barang yang sudah dikeluarkan oleh seorang yang wajib zakat, nantinya akan diberikan kepada orang-orang yang tergolong dalam penerima zakat. Apa sajakah golongan yang berhak menerima zakat? Berikut golongan tersebut:

1. Fakir dan miskin
Golongan satu ini, digambarkan sebagai orang yang tidak memiliki penghasilan sama sekali atau mungkin memiliki penghasilan namun sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehati-harinya untuk dirinya dan keluarga yang ditanggungnya. 

2. Amil atau pengurus zakat. 
Golongan yang berhak menerima zakat berikutnya adalah para amil zakat. Amil merupakan seorang yang mengurus segala kegiatan zakat, mulai dari mengumpulkan, menyimpan, menjaga serta mencatat zakat yang masuk dan keluar, serta juga orang uang menyalurkan atau mendistribusikan kepada penerima zakat. Amil biasanya dipilih oleh instansi pemerintah yang berwenang. Amil zakat memiliki hak untuk mendapatkan zakat. 

3. Mualaf 
Mualaf adalah seseorang yang baru memeluk agama Islam. Dengan diberi zakat, diharapkan dapat menambah keimanan mereka terhadap agama Islam dan lebih mantap untuk memeluk agama Islam.

4. Riqab (hamba sahaya)
Riqab merupakan golongan yang ingin membebaskan diri, membebaskan diri disini maksudnya adalah membebaskan diri dari perbudakan, dan para tuan mereka telah menjanjikan bahwa akan membebaskan hamba sahayanya apabila dia mampu membayar sejumlah tertentu kepada tuannya. Golongan satu ini banyak di masa kenabian, namun mengingat masa sekarang sudah tidak ada maka zakat untuk golongan ini dialihkan kepada para tentara muslim yang menjadi tawanan dan juga untuk golongan mustahik. 

5. Ghanmin atau orang yang memiliki hutang. 
Golongan ini ditujukan pada orang yang sudah benat-benar tidak sanggup untuk membayar utangnya.

6. Fi sabilillah 
Fi sabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah. Golongan ini ditujukan pada para ulama fikih, orang-orang yang menjadi relawan perang untuk membela Islam. 

7. Ibu sabil 
Golongan ini diartikan sebagai golongan yang telah kehabisan biaya dalam sebuah perjalanan dengan niat yang baik tidak untuk kegiatan maksiat. 

Pembiayaan dan pemberian zakat dapat dilakukan pada lembaga pengelola zakat Indonesia. 

Salah satu lembaga pengelola zakat Indonesia yang telah diakui oleh pemerintah di yaitu Global Zakat. Anda bisa mempercayakan zakat Anda tersalurkan dengan baik kepada pihak-pihak yang harus menerima. Lembaga pengelola zakat Indonesia yang telah diakui oleh pemerintah ini membuat Anda dan seluruh umat muslim di Indonesia dapat melakukan kegiatan zakat secara online melalui website globalzakat.id.
Previous
Next Post »
0 Komentar