Hal Yang Harus Anda Perhatikan Dalam Keadaan Darurat Pada Saat Scuba Diving


Keadaan darurat selalu diprediksi akan terjadi pada para penyelam. Meskipun dirasa sudah sempurna persiapan diri Anda dalam melakukan scuba diving. Terdapat beberapa kemungkinan yang dapat diidentifikasikan sebagai faktor penyebab seperti adanya penyelam yang panik, kedalaman, cuaca, kerusakan peralatan dan masih banyak lagi. Keadaan ini apabila tidak ditanggulangi dengan bijak maka akan berpotensi yang menyebabkan kecelakaan bagi para penyelam. Kebayakan kecelakaan yang terjadi pada saat penyelam scuba diving mulai merasa berpengalaman di dalam air yang merupakan suatu keadaan penyelam tersebut akan ceroboh di dalam air. Oleh sebab itu, tetap dianjurkan bagi penyelam untuk selalu melatih diri, mempersiapkan mental, melakukan briefing, dive planning, check and re-check peralatan sebelum menyelam serta mempelajari dalam buku-buku mengenai prosedur penyelaman.



Dari sekian banyak keadaan darurat yakni situasi tanpa udara merupakan keadaan darurat yang kerap terjadi saat melakukan scuba diving. Bertahun-tahun para penyelam melakukan diskusi untuk memberikan peraturan kesepakatan mengenai cara penanggulangan yang memuaskan serta menjamin penyelam saat keadaan tanpa udara. Namun para persatuan udara menawarkan beberapa yang dianggap layak dalam menangani keadaan tanpa udara yang dapat terjadi kapan saja saat melakukan scuba dving. 

Yang pertama yakni dengan adanya bantuan berupa Octopus Assisted Ascent atau disingkat OAA. Bantuan ini dilakukan dengan memberikan bantuan udara pada seseorang yang keabisan oksigen melalui extra second stage yang relatif aman serta mudah pelaksaanya. Kemudian dengan Buddy Brearthing atau BB yang dilakukan dengan cara bergantian bernapas melalui second stage dari segi penolong. Bantuan ini dilakukan hingga mencapai permukaan secara terkendali. Namun yang lebih penting dari semua itu, sebenarnya penyelam sendiri lah yang lebih dapat mebatu dirinya sendiri dalam scuba diving, dengan cara emergency swimming ascent yakni pada saat kehabisan udara penyelam berenang ke permukaan secara terkendali dan jangan panik dengan tetap menghembuskan udara keluar. Lalu ada buoyancy ascent dilaksanakan dengan cara membuang weight belt. Keadaan ini sangat berbahaya karena ada kemungkinan penyelam akan naik ke permukaan dengan tidak terkendali.
Previous
Next Post »
0 Komentar